| Mendidik Nilai-nilai Islam dengan Pembiasaan |
|
|
|
| Written by Helmy Shodiqi |
| Monday, 01 February 2010 19:17 |
|
Persoalan pembelajaran nilai-nilai Islam di sekolah sering dikaitkan dengan jumlah jam belajar yang tidak berimbang dengan kebutuhan dan target dari mata pelajaran agama Islam itu sendiri. Dua jam seminggu menjadi sangat tidak realistis dengan tuntutan anak agar dapat memahami ibadahnya dengan benar, tumbuh kesadaran beribadah dan bahkan membangun mental dan akhlak anak menjadi mulia sebagaimana tuntunan agama. Namun setiap orang tua yang menyekolahkan anaknya di sekolah-sekolah “konvensional” tidak mungkin menuntut lebih dari hal demikian. Kurikulum yang disusun memiliki banyak target sementara ruang waktu yang ada sangatlah tidak memadahi. Ada sekian mata pelajaran lain yang harus disampaikan selama satu minggu dengan jumlah jam belajar yang terbatas. Maka menjadi wajar jika pelajaran agama di sekolah sangatlah kurang. Jumlah jam yang banyak dengan penyampaian materi ke-Islaman yang lebih terperinci memang sangat diperlukan sebagai upaya optimalisasi pencapaian target pembelajaran, tetapi hal ini tidak serta merta dapat memenuhi tuntutan sehingga materi-materi yang disampaikan membekas pada setiap peserta didik. Maka pembiasaan menjadi metoda yang relevan mempertajam capaian yang diingankan. Pendidikan agama bukan sekedar pelajaran yang cukup didengarkan, tetapi harus dipraktikkan dan dibiasakan. Sekolah-sekolah pada umunya (dengan keterbatasannya) hanya dapat memberikan dua aspek yaitu: teori dan praktik, belum sampai pada ranah pembiasaan. Pembiasaan memang berimplikasi dengan kebutuhan waktu yang semakain panjang dan sekolah pada umumnya belum sanggup memenuhinya. Persoalan di atas adalah mata rantai yang berujung pada sebuah konsep sekolah dengan penyediaan waktu yang cukup dan pengawasan yang lebih lama. Berbicara tentang hal tersebut maka konsep boarding school adalah solusi yang tepat. Salah satunya adalah Islamic Boarding School Sekar Kemuning. Boarding school yang terletak di Jalan Sekar Kemuning no 36 Kota Cirebon dan menyelenggarakan pendidikan SMP dan SMA ini telah melaksanakan pembelajaran ke-Islaman dengan optimal. Materi-materi terperinci (Tauhid, Fiqh, Akhlah, Qr`an dan Hadist) diberikan sebagai materi pembelajaran di sekolah menyertai pelajaran umum yang diberikan lainnya. Pada sore dan malam harinya siswa-siswanya mendapatkan pembekalan dan panduan membaca Al-Qur`an dengan tartil dan tahsin dan dilanjutkan dengan kajian keilmuan ke-Islaman tambahan yang disampaikan secara ilmiah setelahnya. Dengan demikian diharapkan aspek pencaiapain materi dapat terpenuhi. Untuk pembiasaan, siswa telah dijadwalkan secara rutin berjama`ah sholat wajib, menjalankan puasa sunnah dan melakukan ibadah-ibadah nafilah dengan pengawasan dan panduan dari pengajar selama tinggal di sekolah dan asrama. Sifat-sifat mulia disampaikan dan diajarkan dengan tidak melakukan dotrinasi materi saja, tetapi dengan contoh konkrit yang sederhana dan dapat dicerna dengan mudah oleh siswa. Siswa memiliki pengalaman belajar tersendiri untuk mengaplikasikan teori-teori aqidah, fiqiyah dan akhlak dengan pemahaman yang benar. Pengalaman belajar yang dimaksud adalah mereka melihat, mendengar dan melaksanakan apa yang siswa dapatkan. Melihat teman dan bahkan para guru melakukan suatu hal yang berkaitan dengan pembelajaran akan jauh memberi kesan pada siswa, dan mengerjakan bersama-sama akan menanamkan kesadaran untuk konsisten melakukan suatu hal. |
| Last Updated on Saturday, 20 February 2010 10:57 |






